Cerpen ini aku buat pas SMA, dipublished di majalah Media Bhawikarsu…based on true story, dedicated untuk sahabatku yg telah tiada (tiba2 malam ini aku teringat kmu lagi
Aku selalu sayang kamu kok. Walau kmu takkan pernah baca ini)…Buat yang baca: persahabatan dan cinta adalah anugrah,,,jagalah slalu berdampingan di hatimu…
SEBUAH KISAH UNTUK SUATU HATI
Malam ini, aku hanya bisa terdiam saat kudengar berita tentangmu. Aku berharap seseorang membangunkanku. Walau kusadar sepenuhnya tentang kenyataan ini. Tentang madu persahabatan kita, tentang duri di tengahnya, tentang ketidakdewasaan kita, dan juga tentang kepergianmu, meninggalkanku, meninggalkan orang-orang yang kausayangi, dan dunia fana ini.
——————
Semua berawal dari bantuan kecilmu untuk sesuatu yang takkumengerti, sehingga pengertian muncul diantara kita. Seiring perjalanan ini, kata kebersamaan bersemayam di hati kita.
Lia. Itulah namamu. Tapi itu tak berarti apapun dibanding peranmu untuk selalu ada di suka dan dukaku. Kita tak tahu kapan peresmian persahabatan kita, tapi saat itu kita yakin, ini tak akan berakhir.
Bersamaan bertambahnya umur kita, hatiku menjatuhkan pilihan pada seorang laki-laki. Dan kau siap membantuku untuk kebahagiaan hatiku. Namun, inilah awal dari perpecahan kita.
Ternyata hatinya menjatuhkan pilihan kepadamu, dan kau sadar bahwa hatimu ada untuknya. Berjuta maaf kauberikan untukku, hingga akhirnya kurelakan kalian untuk bersama. Karena aku merasa kedewasaan hatiku mulai bicara.
Namun ternyata, keangkuhan sikap kitalah yang lebih banyak bermain. Untuk suatu komunikasi persahabatan kita, kau takut dan aku malas. Sejak saat itu kita adalah teman. Dengan batas kewajiban hanya untuk disapa. Tidak untuk saling memberi semangat, mengingatkan kesalahan, berbagi rahasia, dan bergandengan tangan seperti yang dulu pernah kita lakukan bersama. Aku tahu, kadang kita rindu dengan semua itu, tapi saat kita ingin memulainya kembali, kekakuanlah yang terasa.
Akhirnya, satu tahun lebih berlalu, dan kita tetap menjadi seorang teman. Sampai di suatu pagi, kau menyapaku manis dan mengatakan kau rindu padaku. Heran, lega, dan bahagia bercampur menjadi satu. Tanpa ada benci di dalamnya. Hingga akupun juga menyambutmu dengan hangat. Mungkin inilah awal untuk menyambung hubungan kita kembali.
——————
Sejenak ingatanku melayang ke masa lalu, dan saat kembali ke masa sekarang, aku sudah menangis untuk kita. Mengapa Tuhan menakdirkan bahwa suatu awal, berarti juga suatu akhir untuk kita? Ternyata, kejadian tadi pagi adalah firasat. Namun aku juga bersyukur, Tuhan masih memberi sedikit kesempatan pada payung persahabatan untuk menaungi kita kembali, walaupun belum sepenuhnya terbuka. Kita belum sempat berbagi tentang isi hati kita. Di dalam hatiku, kau tetap sahabatku tanpa ada kebencian menyelimuti. Bagaimana dengan hatimu? Aku hanya berharap hatimu juga mengatakan sama.
Malam ini, aku akan melihatmu untuk yang terakhir kali. Aku hanya berharap untuk ketenanganmu di sisi-Nya. Terima kasih untuk semua yang pernah kita lakukan. Aku berjanji, namamu akan selalu kurawat di hatiku. Sekarang dan selamanya.
mbk aku... 
7:28 am
siapa n kapan dek? sorry i wasn’t there for you back then
11:31 pm
Ada mba,,temen smaku…:(( kejadiannya pas kmu uda berangkat ke belanda kok
makasi yaaa…lovU
10:16 am
yg temen smp kita jg itu bukan sih sit?
amalia….?
eh mba gina d belanda toh?
kul disana? skrg ud selesai?
ud nikah blom?
12:35 pm
Iya Met
sedih lagi deh klo inget…
Iya mba gina disana,,blom nikah alias ntr aku langkahin, hihihi